Bawaslu Kubu Raya melakukan Koordinasi terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta pemetaan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS)
|
Anggota Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Gustiar selaku Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2H) bersama jajaran staf melakukan koordinasi terkait Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) serta pemetaan kerawanan Tempat Pemungutan Suara (TPS). Kamis (30/4/2026)
Dalam kegiatan tersebut, sejumlah potensi kerawanan menjadi perhatian utama. Salah satunya adalah adanya pemilih yang telah meninggal dunia namun masih tercatat dalam daftar pemilih. Oleh karena itu, diperlukan validasi data secara menyeluruh guna memastikan keakuratan informasi.
Selain itu, perubahan wilayah administratif seperti pemekaran RT juga dinilai berpotensi menimbulkan masalah. “Perubahan wilayah ini harus diikuti dengan pembaruan data kependudukan agar tidak menimbulkan kekeliruan dalam penempatan pemilih di TPS,” ujar Gustiar.
Dalam koordinasi tersebut turut hadir Ketua dan anggota KPU Kabupaten Kubu Raya, yakni Kasiono, Qomaruzzaman, dan Syaiful.
Kasiono menyampaikan bahwa peran Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) sangat penting dalam memastikan pencatatan alamat pemilih sesuai dengan domisili sebenarnya. “Akurasi data ini menjadi kunci dalam menjaga kualitas daftar pemilih,” ujarnya.
Bawaslu juga menyoroti kondisi TPS yang kelebihan jumlah pemilih. Untuk mengantisipasi hal tersebut, pemilih dapat dipindahkan ke TPS terdekat dalam wilayah RT yang sama atau berdekatan guna menjaga efektivitas pelaksanaan pemungutan suara.
Tak kalah penting, perhatian juga diberikan pada daerah yang terdampak kebijakan Permendagri Nomor 52 Tahun 2020, yang berpotensi memengaruhi penataan wilayah dan data kependudukan.
Melalui koordinasi ini, Bawaslu Kubu Raya berupaya memperkuat pengawasan serta memastikan proses pemutakhiran data pemilih berjalan akurat, sehingga dapat meminimalisir potensi permasalahan pada hari pemungutan suara
Penulis: dani
Editor: Suhardi