Bawaslu Kubu Raya Tandatangani Kerja Sama dengan Tiga Organisasi Perempuan
|
Bawaslu Kabupaten Kubu Raya melaksanakan penandatanganan kerja sama dengan tiga organisasi perempuan, yakni Pimpinan Cabang Fatayat NU Kubu Raya, Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya, dan Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Kubu Raya. Kamis (24/9/2026)
Penandatanganan kerja sama tersebut dilaksanakan di Ruang Rapat Bawaslu Kabupaten Kubu Raya dan dihadiri oleh Ketua serta Sekretaris dari masing-masing organisasi. Dari Fatayat NU Kubu Raya hadir Jalilah Asy’ari, dari Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya hadir Sri Mulyani, sedangkan dari Forhati Kubu Raya hadir Juraida.
Penandatanganan dilakukan oleh Ketua Bawaslu Kabupaten Kubu Raya, Encep Endan, didampingi jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten Kubu Raya.
Dalam sambutannya, Encep Endan menyampaikan bahwa penandatanganan kerja sama dengan tiga organisasi perempuan tersebut merupakan yang pertama kali dilakukan secara bersama-sama. Ia berharap kerja sama ini dapat ditindaklanjuti melalui peran aktif organisasi perempuan dalam pengawasan partisipatif di Kabupaten Kubu Raya.
“Kami berharap setelah penandatanganan ini, ada peran aktif dari organisasi perempuan dalam pengawasan partisipatif, khususnya dalam memberikan edukasi dan mendorong masyarakat untuk ikut mengawal proses demokrasi,” ujar Encep.
Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kubu Raya, Sri Mulyani, menyampaikan bahwa Bawaslu tidak dapat menjalankan seluruh tugas pengawasan seorang diri. Menurutnya, diperlukan kolaborasi dengan berbagai organisasi yang ada di Kabupaten Kubu Raya.
“Bawaslu Kubu Raya tidak mungkin bergerak atau melakukan pengawasan sendiri. Bawaslu membutuhkan kolaborasi dengan organisasi yang ada di Kubu Raya,” ungkap Sri Mulyani.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Kubu Raya, Jalilah Asy’ari, mengatakan bahwa penandatanganan kerja sama ini menjadi salah satu langkah strategis untuk membangun kolaborasi antara Bawaslu dengan organisasi perempuan.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda dan perempuan, mengenai pentingnya keterlibatan aktif dalam proses demokrasi serta pengawasan penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan.
“Keterlibatan organisasi perempuan memiliki arti penting karena memiliki jaringan dan ruang interaksi yang dekat dengan masyarakat. Hal ini dapat menjadi bagian dari upaya membantu Bawaslu Kabupaten Kubu Raya dalam mengawasi jalannya demokrasi,” jelas Jalilah.
Ketua Majelis Daerah Forum Alumni HMI Wati Kubu Raya, Juraida, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan bentuk komitmen bersama untuk menjaga kualitas demokrasi di Kabupaten Kubu Raya.
Ia menegaskan bahwa menjaga demokrasi bukan hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat dan organisasi yang ada di Kabupaten Kubu Raya.
“Kami siap bersinergi dan mengambil peran aktif, khususnya dalam pengawasan partisipatif, edukasi, serta pencegahan pelanggaran di tengah masyarakat,” ujar Juraida.
Juraida juga menyampaikan apresiasi kepada Bawaslu Kabupaten Kubu Raya atas terbukanya ruang kolaborasi dengan organisasi perempuan. Ia berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah bersama dalam mewujudkan proses demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat di Kabupaten Kubu Raya.
Penulis: Dani